Hai, terima kasih telah bertanya di Tanya Dokter Ai Care!
Diabetes Mellitus tipe 2 (DM tipe 2) adalah salah satu jenis diabetes mellitus yang disebabkan karena adanya gangguan pada tubuh dalam merespon hormon insulin (hormon yang mengatur gula darah). Tubuh menjadi kebal terhadap efek hormon insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga gula darah menjadi tinggi. Seiring waktu, kemampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin tersebut pun akan menurun dan menyebabkan penyakit semakin parah. DM tipe 2 berhubungan erat dengan faktor risiko usia, obesitas, keturunan, dan gaya hidup.
Diagnosis DM tipe 2 ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit, keluhan, gejala, tanda klinis, kadar gula darah puasa, kadar gula darah 2 jam setelah makan, dan pemeriksaan HbA1C. Adapun keluhan klasik yang kerap dirasakan adalah sering berkemih, sering minum dan sering merasa lapar. Gejala lainnya diantaranya berat badan menurun, ada luka yang sulit sembuh, gangguan penglihatan, serta gangguan dalam aktivitas seksual.
Tata laksana DM tipe 2 tidak hanya melalui obat-obatan untuk mengatur kadar gula darah, tetapi juga modifikasi gaya hidup untuk menurunkan risiko komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi seperti adanya penyakit jantung dan pembuluh darah, kerusakan ginjal, kerusakan saraf mata, gangguan ereksi pada pria, infeksi kulit berulang, luka yang sulit sembuh, gangguan sendi, dan lainnya. Selain itu, DM tipe 2 juga memiliki komplikasi jangka pendek (akut), yaitu ketoasidosis diabetikum dan gula darah rendah (hipoglikemia). Pada pasien diabetes, gula darah rendah dapatterjadi akibat beberapa hal, seperti dosis obat yang kurang sesuai, melewatkan waktu makan, porsi makan lebih sedikit dari biasanya, lupa makan setelah konsumsi obat penurun gula darah, atau olahraga yang berlebihan.
Berikut beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan DM tipe 2, terutama mencegah komplikasi baik jangka pendek maupun jangka panjang:
Baca lebih lanjut mengenai Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Diabetes Mellitus
Jika Anda mengalami tanda dan gejala gula darah rendah, seperti gula darah kurang dari 70 mg/dL, disertai berkeringat, pusing, merasa lelah, gemetar atau jantung berdebar, Anda bisa segera mengkonsumsi makanan atau minuman manis, namun jika kondisi saat ditemukan tidak sadar, maka segeralah ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Begitu pula dengan gula darah di atas 250 mg/dL, disertai mual atau muntah, nyeri perut, mulut berbau seperti buah, napas cepat, ataupun tidak sadarkan diri, maka segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
Semoga jawaban ini membantu Anda. Bila mengalami keluhan kesehatan atau ingin bertanya seputar informasi kesehatan, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter di Aplikasi Ai Care. Unduh Aplikasi Ai Care di Appstore dan Playstore Anda!
halo dok, punya riwayat diabetes sering buang air kecil tetapi keluar nya agak sulit harus mengedan terlebih dulu baru bisa keluar, dan sekarang perut bagian bawah pusar tampak mengeras. apa penyebab dan gimana solusinya ya dok?
Kenapa sering mengalami nyeri dan kayak merasa ngilu-ngilu gitu saat buang air kecil dan urin saya pun sering keluar campur darah kayak infeksi gitu
Dok saya melakukan hb tanpa penetrasi cuma peting tetapi sperma mengenai daerah vagina. Bulan lalu sy haid tgl 25 juli dan hb 11 Agustus. Lalu tagl 20 kluar darah hanya sedikit bahkan sanya setitik. Lalu tidak kluar lagi. Apakah itu darah haid atau implantasi ya dok