• Beranda
  • Penyakit
  • Antasida untuk Mengatasi Asam Lambung, Ketahui Cara Penggunaannya

Antasida untuk Mengatasi Asam Lambung, Ketahui Cara Penggunaannya

Antasida untuk Mengatasi Asam Lambung, Ketahui Cara Penggunaannya
Credits: Freepik

Bagikan :

Antasida adalah salah satu obat paling umum dan efektif untuk meredakan gejala asam lambung. Asam lambung berlebih atau refluks asam lambung sering ditandai dengan rasa panas di dada, nyeri ulu hati, mual, hingga naiknya asam ke kerongkongan.

Meskipun obat antasida ini mudah diperoleh tanpa resep dokter, penting untuk memahami cara penggunaan yang tepat agar efektif dan aman.

Apa itu Antasida dan Cara Kerjanya?

Antasida adalah kelompok obat yang bekerja dengan menetralkan asam lambung secara langsung. Obat ini mengandung senyawa alkali seperti aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, atau kalsium karbonat yang bereaksi dengan asam klorida di lambung.

Obat ini membantu menurunkan pH asam dan dan gejala iritasi pada dinding lambung atau kerongkongan.

Antasida tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet kunyah, cair (sirup), dan kapsul. Antasida bisa dibeli bebas di apotik atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter.

Obat ini cocok digunakan saat gejala seperti nyeri ulu hati, heartburn setelah makan, mual ringan atau perut terasa kembung atau penuh.

Baca Juga: Rekomendasi Obat Herbal untuk Sakit Maag

Cara Menggunakan Antasida dengan Tepat

Agar penggunaan antasida efektif dan aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

Waktu konsumsi

Antasida sebaiknya diminum 1 jam setelah makan, atau ketika gejala asam lambung menyerang. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu makan, efeknya bisa berkurang karena makanan mempercepat pengosongan lambung.

Apabila ingin digunakan sebelum tidur karena heartburn malam hari, minum antasida sekitar 1 jam sebelum tidur.

Bentuk antasida

Antasida yang umum ditemukan di apotik atau toko obat berbentuk tablet kunyah atau cairan. Untuk tablet kunyah, kunyah tablet hingga halus sebelum ditelan agar cepat larut dan bekerja.

Sedangkan antasida cair perlu digunakan dengan cara mengocok botol terlebih dahulu, kemudian minum air setelahnya. Bentuk cair ini umumnya lebih cepat bekerja karena langsung melapisi dinding lambung.

Jangan mencampur dengan obat lain

Antasida dapat mengganggu penyerapan obat lain, seperti antibiotik tertentu, obat tiroid, atau obat jantung. Jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 1–2 jam sebelum atau sesudah minum antasida.

Ikuti dosis yang dianjurkan

Jangan melebihi dosis maksimal yang tertera pada kemasan. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping serius, seperti:

  • Sembelit
  • Diare
  • Tulang keropos
  • Gangguan elektrolit
  • Peningkatan kembali asam lambung ketika efek antasida hilang

Baca Juga: Bolehkah Penderita Maag Minum Susu?

Kapan Perlu ke Dokter?

Antasida memang solusi yang cepat dan efektif untuk meredakan gejala asam lambung ringan. Namun, jika gejala asam lambung masih muncul lebih dari dua kali seminggu, gejala tidak membaik meski sudah minum antasida, atau ada gejala lain yang menyertai seperti muntah darah, tinja hitam, penurunan berat badan atau kesulitan menelan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

article-banner

Cleveland Clinic (2022). Antacid. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/23076-antacid 

Medline Plus (2024). Taking antacids. Available from: https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000198.htm 

 

Frieda Wiley, PharmD (2023). What Are Antacids? Uses, Warnings, Side Effects, and More. Available from: https://www.everydayhealth.com/antacids/guide/