Ketika anak menangis histeris saat ditinggal pergi, menolak tidur sendiri, atau terus-menerus mencari orang tua meski hanya pergi ke kamar sebelah, mungkin ini bukan hanya sekedar manja atau belum mandiri. Dalam beberapa kasus, gejala tersebut menandakan Separation Anxiety Disorder (SAD).
Separation Anxiety Disorder merupakan gangguan kecemasan serius pada anak. Berbeda dengan rasa cemas normal yang muncul sesekali, Separation Anxiety Disorder bersifat berlebihan, berkepanjangan, dan mengganggu fungsi sehari-hari anak
Apa itu Separation Anxiety Disorder?
Separation Anxiety Disorder adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan terhadap perpisahan dari orang tua.
Meskipun rasa cemas saat berpisah adalah bagian normal dari perkembangan anak, SAD muncul secara berlebihan, tidak sesuai usia, dan berlangsung lebih dari 4 minggu. Gangguan ini bisa terjadi pada anak usia prasekolah hingga remaja awal.
Baca Juga: 5 Tips Membantu Anak Mengatasi Kecemasan Terhadap Hujan
Kenali Gejala Umum SAD
Anak dengan SAD umumnya mengalami beberapa gejala di antaranya:
- Menangis, menjerit atau menolak saat ditinggal bahkan untuk waktu singkat
- Takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada orang tua
- Menolak pergi ke sekolah atau tidur sendiri
- Mimpi buruk tentang perpisahan
- Mengeluhkan sakit perut, sakit kepala, atau mual setiap kali berpisah
- Ketergantungan berlebihan atau selalu ingin tahu keberadaan orang tua
Yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah
Separation Anxiety Disorder sering dipicu oleh trauma atau stres, riwayat gangguan kecemasan di dalam keluarga, atau model pengasuhan yang terlalu protektif atau kurang memberi kesempatan anak untuk mandiri.
Selain membawa anak untuk mendapatkan terapi oleh para ahli, orang tua juga perlu melakukan beberapa hal berikut ini:
Validasi perasaan
Jangan menyepelekan atau memarahi anak yang takut ditinggal. Validasi perasaan mereka agar anak merasa didengar dan tidak sendirian.
Bangun rutinitas yang konsisten
Anak dengan SAD butuh kepastian. Buat jadwal harian yang teratur, terutama menjelang sekolah atau tidur. Konsistensi ini bisa membantu anak membangun rasa aman.
Baca Juga: Bagaimana Marah dan Kecemasan Menyebabkan Sakit Kepala dan Gejala Fisik Lainnya?
Latih kemandirian secara bertahap
Mulai dari hal kecil. Biarkan anak bermain sendiri di ruangan lain selama 5 menit, lalu perlahan tingkatkan durasinya. Gunakan timer agar anak tahu kapan Anda akan kembali. Pujilah setiap usaha kecil yang ia lakukan.
Ajarkan teknik relaksasi
Ajari anak cara menenangkan diri seperti menarik napas dalam-dalam dan menghitung sampai 10. Ajarkan pula anak membayangkan tempat yang menyenangkan dan aman sehingga anak bisa lebih tenang.
Batasi akses ponsel atau video call berlebihan
Meskipun ingin meyakinkan anak, terlalu sering menelepon atau video call justru bisa memperkuat ketergantungan. Batasi komunikasi hanya pada waktu tertentu, dan pastikan anak tahu kapan bisa berbicara dengan orang tua.
Apabila kecemasan akan perpisahan yang dirasakan anak mengganggu sekolah, tidur, atau hubungan sosialnya, pastikan Anda membawa anak untuk mendapatkan terapi profesional. Anda bisa mulai berbicara dengan dokter melalui layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar kehamilan, menyusui, kesehatan wanita dan anak-anak? Cek di sini, ya!
- dr Anita Larasati Priyono
WebMD (2024). Separation Anxiety Disorder. Available from: https://www.webmd.com/parenting/separation-anxiety
Cleveland Clinic (2024). Separation Anxiety Disorder. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/separation-anxiety-disorder
Health Direct (2024). Separation anxiety. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/separation-anxiety
Boston Children Hospital.
Separation Anxiety Disorder. Available from: https://www.childrenshospital.org/conditions/separation-anxiety-disorder